Rabu, 18 November 2009

TUGAS
JENIS HYDRAN

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Sistem Pemadam Kebakaran












Oleh :
Nama : Muhamad Agus Nurta
NIM : 4.31.06.0.16




KONSENTRASI HOTEL ENGINEERING
PRODI PERAWATAN GEDUNG BERTINGKAT
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
TAHUN 2009

A. Hydrant System
Pada sistem ini dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian :
a). Hydrant Box
Hydrant Box ini dapat dibagi menjadi dua yaitu berupa Indoor Hydrant ( terletak di dalam gedung ) atau Outdoor Hydrant ( terletak di luar gedung ). Pemasangan Hydrant Box ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan luas ukuran ruangan serta luas gedung. Tetapi untuk ukuran minimalnya diharuskan pada tiap lantai terdapat minimal satu buah dan begitu pula untuk yang di luar gedung. Untuk pemasangan Hydrant Box di dalam ruangan pada bagian atasnya ( menempel pada dinding ) harus disertai pemasangan alarm bel. Pada Hydrant Box terdapat gulungan selang atau lebih dikenal dengan istilah Hose Reel.




Gambar 8. 2. 8 Indoor Hydrant Box

Gambar 8. 2. 9 Outdoor Hydrant Box

Gambar 8. 2. 10 Hose Reel
b). Hydrant Pillar
Alat ini memiliki fungsi untuk menyuplai air dari PAM dan GWR gedung disalurkan ke mobil Pemadam Kebakaran agar Pemadam Kebakaran dapat menyiram air mobil ke gedung yang sedang terbakar. Alat ini diletakan dibagian luar gedung yang jumlahnya serta peletakannya disesuaikan dengan luas gedung.

Gambar 8. 2. 11 Suplai Air untuk Hydrant Pillar


Gambar 8. 2. 12 Hydrant Pillar

c) Siamese Connection
Alat ini memiliki fungsi untuk menyuplai air dari mobil Pemadam Kebakaran untuk disalurkan ke dalam sistem instalasi pipa pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang terpasang di dalam gedung selanjutnya dipancarkan melalui sprinkler – sprinkler dan hydrant box di dalam gedung. Alat ini diletakan pada bagian luar gedung yang jumlahnya serta peletakannya disesuaikan dengan luas dan kebutuhan gedung itu sendiri.



Gambar 8. 2. 13 Siamese Connection



B. Tipe Sistem Stand Pipe Untuk Hydrant
Automatic-Wet
Merupakan suatu sistem stand pipe basah yang memiliki suplai air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sistem secara otomatis.
Automatic-Dry
Merupakan suatu sistem stand pipe kering, biasanya diisi dengan udara bertekanan dan dirangkaikan dengan suatu alat, seperti dry pipe valve, untuk menerima air ke dalam sistem perpipaannya secara otomatis dengan membuka suatu hose value.
- Menghemat kerja pompa
- Pompa akan bekerja secara otomatis pada saat alarm berbunyi, sehingga air akan segera mengalir untuk menanggulangi kebakaran.
Semi Automatic-Dry
Merupakan sistem stand pipe kering yang dirangkaikan dengan suatu alat seperti deluge value, untuk menerima air ke dalam sistem perpipaannya dengan cara mengaktifkan suatu alat pengontrol jarak jauh yang terletak pada setiap hose connection. Suplai air harus mampu memenuhi kebutuhan sistem.
Manual-Wet
Merupakan suatu sistem stand pipe basah yang memiliki suplai air yang sedikit, hanya untuk memelihara keberadaan air dalam pipanya, namun tidak memiliki untuk memenuhi seluruh kebutuhan sistem. Suplai air sistem diperoleh dari fire department pumper.
Manual-Dry
Merupakan suatu sistem stand pipe yang tidak memiliki suplai air yang permanen. Air yang diperlukan diperoleh dari suatu fire department pumper, untuk kemudian dipompakan ke dalam sistem melalui fire department connection.


C. Kode Warna dan Jarak
Ada aturan tertentu didalam memberi warna hydrant. Penggunaan warna tertentu ini untuk menjamin bahwa hydrant dapat dengan mudah dikenali oleh dinas pemadam kebakaran dalam kondisi darurat.
Warna Dasar
Karena hydrant hanya dibutuhkan pada keadaan darurat, hydrant kebakarn harus dapat dikenali oleh petugas kebakaran atau masyarakat umum.NFPA (National Fire Protection Association) telah menentukan bahwa hydrant untuk pemadam kebakaran harus berwarna kuning krom. Setelah peraturannya diadopsi tahun 1970, warna selain kuning krom dapat digunakan. Warna yang sering digunakan adalah putih merah terang, perak krom, dan kuning lemon.

Dengan tidak adanya aturan yang mengikat penggunaan warna, aspek yang sangat penting adalah konsistensi dari penggunaan warna pada suatu daerah.
FPA juga mendeskripsikan adanya perbedaan spsifikasi funhgsi yang disediakan oleh hydrant untuk umum dan hidran milik pribadi. Oleh karena itu, NBPFA mengklasifikasikan bahwa hidran milik pribadi harus dibedakan warnya dengan hidran milik umum. Selanjutnya warna lembayung ditetapkan sebagai kode warna internasional untuk hidran yang bukan untuk air minum. Dengan hydrant demikian hydrant yang sumbernya bukan untuk air minum harus berwarna lebayung (ungu muda).
Organisasi pemadam kebakaran merekomendasikan warna dasar dari hidar kebakaran sebagai beikut :
Tabel 2.5 Warna dasar dan kepemilikannya
Kegunaan
Warna dasar
Milik pemerintah
Milik pribadi
Bukan untuk air umum
Kuning krom
Merah
Lembayung

Pembacaan Label Standar NPFA
Hidran dengan tekanan rata-rata 20 psi (1,4 bar), dibagian atas hydrant harus tertera tekanan standarnya. Pada bagian atas dan tutuppipa keluaran juga tertera kapasitas rata-rata dari volume maksimum hidran.
Klasifikasi dan penilaian dari hidran pada bab ini didasarkan pada hasil uji aliran. Bila hydrant digunakan pada saat kebakaran, nilai dai kapasitas aliran yang tertera sangat berguna bagi petugas pemadam kebakaran.
Hydrant pemadam kebakaran yang tidak digunakan lagi atau tidak dapat berfungsi harus diwarnai dengan warna hitam pada baian pipa keluaran, katup, bagian atas serta bagian-bagian yang tampak. Hidran yang tidak berfungsi sementara harus diberi tanda peringatan sementara dengan keterangan keadaan hydrant tersebut.
NPFA telah memberi kode warna pada tutup atau sumbat dari hidran sebagai kode standar dari aliran yng digunakan dengan tekanan standar 20 psi.

Tabel 2.6 warna kode standar
Kelas C
Kurang dari 500 GPM
Merah
Kelas B
500-999 GPM
Jingga
Kelas A
1000-1499 GPM
Hijau
Kelas AA
1500 ke atas
Biru muda
MACAM MACAN JENIS HYDRANT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar